Keterangan Gambar : Lurah Baru Tengah, Odi Hermawan, S.Pd.,
bidiktimes.com, Balikpapan, — Perhatian terhadap pemenuhan kebutuhan pangan dan asupan gizi bagi ibu hamil serta balita terus menjadi salah satu fokus dalam upaya menjaga kesehatan masyarakat. Di Kelurahan Baru Tengah, Kecamatan Balikpapan Barat, dukungan terhadap program tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan pangan berupa beras kepada warga yang masuk dalam sasaran program.

Sebanyak 34 karung beras disalurkan melalui Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) kepada ibu hamil dan keluarga yang memiliki balita dengan indikasi stunting. Penyaluran bantuan berlangsung di Kantor Kelurahan Baru Tengah, Jumat (18/9/2026).
Program tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan dalam memenuhi kebutuhan pangan, terutama ibu hamil dan anak usia balita yang membutuhkan asupan gizi untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya.
Lurah Baru Tengah, Odi Hermawan, S.Pd., mengatakan penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan data yang dimiliki dan disampaikan oleh pihak Puskesmas. Data tersebut menjadi acuan dalam menentukan warga yang berhak menerima bantuan.
Menurut Odi, dalam ketentuan penyaluran bantuan, setiap ibu hamil mendapatkan jatah sebanyak dua karung beras. Selain ibu hamil, bantuan juga diperuntukkan bagi keluarga yang memiliki anak yang terindikasi mengalami stunting.
“Untuk aturannya, satu orang perempuan hamil mendapatkan dua karung beras, termasuk juga untuk ibu yang anaknya terindikasi stunting. Itu sesuai data dari Puskesmas,” ungkap Odi.
Ia menjelaskan, penyaluran bantuan pangan tersebut tidak hanya dipandang sebagai bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi bagian dari dukungan terhadap pemenuhan asupan gizi keluarga penerima.
Ibu hamil merupakan salah satu kelompok yang membutuhkan perhatian dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi. Kondisi kesehatan dan kecukupan asupan selama masa kehamilan menjadi salah satu perhatian dalam mendukung proses tumbuh kembang anak sejak dalam kandungan.
Hal serupa juga berlaku bagi balita. Masa pertumbuhan anak membutuhkan pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi yang memadai. Karena itu, bantuan pangan bagi keluarga yang memiliki balita, khususnya anak yang masuk dalam pemantauan terkait stunting, diharapkan dapat membantu keluarga dalam memenuhi kebutuhan makanan sehari-hari.
Penyaluran bantuan di Kelurahan Baru Tengah juga menunjukkan adanya koordinasi antara pihak Puskesmas dan pemerintah kelurahan dalam menjangkau masyarakat yang menjadi sasaran program.
Dengan menggunakan data yang tersedia, bantuan diharapkan dapat diterima oleh warga yang memang masuk dalam kriteria penerima, terutama ibu hamil dan keluarga dengan balita yang membutuhkan perhatian terkait kondisi pertumbuhan anak.
Dalam kesempatan tersebut, Lurah Baru Tengah Odi Hermawan juga menyampaikan bahwa pihak kelurahan masih menunggu informasi mengenai penyaluran bantuan untuk tahap berikutnya.
Hal itu berkaitan dengan kemungkinan adanya bantuan pangan kembali dalam periode tiga bulan mendatang. Namun, hingga saat ini belum ada informasi lebih lanjut yang diterima pihak kelurahan mengenai jadwal maupun jumlah bantuan pada tahap berikutnya.
“Untuk bantuan yang tiga bulan lagi kita masih menunggu. Nanti kalau ada informasi dari pusat, langsung kita sampaikan kepada warga,” kata Odi.
Pihak kelurahan, lanjutnya, akan menyampaikan informasi kepada masyarakat apabila terdapat pemberitahuan resmi mengenai kelanjutan program tersebut.
Hal ini dilakukan agar masyarakat penerima bantuan memperoleh informasi yang jelas mengenai jadwal penyaluran maupun ketentuan yang berlaku pada tahap berikutnya.
Sementara itu, warga penerima bantuan menyambut baik adanya penyaluran beras tersebut. Bantuan dinilai dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, khususnya bagi mereka yang memiliki ibu hamil maupun balita.
Warga juga berharap program bantuan seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan. Selain membantu dari sisi kebutuhan pangan, keberlanjutan program diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah dalam menjaga kesehatan ibu dan anak di tingkat kelurahan.
Upaya pencegahan stunting pada dasarnya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga tenaga kesehatan, pemerintah kelurahan, keluarga dan masyarakat.
Di tingkat kelurahan, pendataan dan pemantauan terhadap kelompok sasaran menjadi salah satu bagian penting untuk memastikan program dapat berjalan tepat sasaran. Sementara itu, Puskesmas memiliki peran dalam melakukan pemantauan kesehatan ibu dan anak serta memberikan informasi terkait kebutuhan kesehatan dan gizi.
Penyaluran bantuan beras di Kelurahan Baru Tengah menjadi salah satu bentuk dukungan pangan bagi kelompok masyarakat tersebut. Meski demikian, bantuan pangan merupakan salah satu bagian dari rangkaian upaya yang lebih luas dalam menjaga kesehatan ibu dan anak.
Pemenuhan gizi, pemeriksaan kesehatan secara berkala, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita, serta edukasi kepada keluarga menjadi bagian penting dalam upaya menjaga tumbuh kembang anak.
Karena itu, koordinasi antara Puskesmas, kelurahan dan masyarakat diharapkan terus berjalan sehingga persoalan kesehatan ibu dan anak dapat ditangani sejak dini.
Dengan disalurkannya 34 karung beras kepada sasaran program, Kelurahan Baru Tengah berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi keluarga penerima sekaligus mendukung upaya bersama dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. (usm/04)
Tulis Komentar