FPK-FKDM Bersinergi di Margasari, Warga Diingatkan Waspada Kriminal hingga Perkumpulan Ilegal

$rows[judul]

bidiktimes.com, BALIKPAPAN – Kewaspadaan masyarakat terhadap potensi gangguan keamanan di lingkungan permukiman Kelurahan Margasari, Kecamatan Balikpapan Barat, kembali menjadi perhatian.

Hal itu mengemuka dalam kegiatan sinergi Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) yang digelar di Aula Kelurahan Margasari. Forum tersebut menjadi ruang bagi pemerintah, tokoh masyarakat, Ketua RT, serta warga untuk membahas berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan masyarakat.

Kegiatan dihadiri perwakilan Kesbangpol Kota Balikpapan, Lurah Margasari Hendra Jaya Prawira, Camat Balikpapan Barat yang diwakili Didik, Ketua FPK, Ketua LPM Margasari, serta warga dan para Ketua RT se-Margasari.

Dalam dialog, sejumlah persoalan keamanan disampaikan masyarakat. Salah satu yang menjadi perhatian adalah adanya kasus pencurian meter atau kilometer PDAM milik warga.

Kasus tersebut dinilai tidak bisa dianggap sepele karena selain menimbulkan kerugian bagi masyarakat, aksi pencurian juga menunjukkan perlunya pengawasan lingkungan yang lebih aktif.

Menanggapi kondisi tersebut, Lurah Margasari Hendra Jaya Prawira meminta masyarakat bersama para Ketua RT kembali memperkuat sistem keamanan lingkungan.

Ia secara khusus mendorong agar kegiatan ronda malam dan Poskamling kembali diaktifkan di masing-masing lingkungan RT.

“Cara paling efektif adalah dengan menghidupkan kembali kegiatan ronda malam dan Poskamling di tingkat RT. Jangan sampai kita lengah,” tegas Hendra.

Menurutnya, keamanan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan. Keterlibatan warga menjadi bagian penting dalam mendeteksi aktivitas mencurigakan sekaligus mencegah terjadinya tindak kriminal.

Selain persoalan pencurian meter PDAM, kewaspadaan masyarakat juga diarahkan terhadap keberadaan perkumpulan yang tidak jelas legalitas maupun aktivitasnya.

Perwakilan Kesbangpol Kota Balikpapan, Whisnu, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mengikuti atau terlibat dalam perkumpulan yang keberadaannya tidak jelas.

“Masyarakat harus waspada terhadap perkumpulan-perkumpulan yang tidak jelas legalitasnya. Biasanya mereka bergerak tanpa izin resmi, tertutup, dan sering menimbulkan keresahan,” ungkap Whisnu.

Ia meminta masyarakat lebih kritis terhadap setiap aktivitas kelompok yang muncul di lingkungan mereka. Apabila terdapat kegiatan atau perkumpulan yang dianggap mencurigakan dan berpotensi menimbulkan keresahan, warga diharapkan segera berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan maupun unsur terkait.

Sementara itu, Ketua LPM Margasari turut mendorong masyarakat agar meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan. Menurutnya, komunikasi dan kepedulian antarwarga menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan kawasan.

Melalui sinergi FPK dan FKDM tersebut, masyarakat Margasari diharapkan tidak hanya menunggu aparat bertindak ketika terjadi persoalan. Sebaliknya, warga didorong menjadi mata dan telinga di lingkungannya masing-masing.

Penguatan Poskamling, ronda malam, komunikasi antar-RT, serta pelaporan cepat terhadap aktivitas mencurigakan menjadi langkah yang didorong untuk memperkuat kewaspadaan dini.

Dengan keterlibatan aktif masyarakat, berbagai potensi gangguan keamanan, mulai dari pencurian hingga aktivitas perkumpulan yang tidak jelas, diharapkan dapat dideteksi dan ditangani lebih awal sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.(usm) 

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)