Keterangan Gambar : Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Car Free Day, Kecamatan Balikpapan Barat, Rabu (2/9/26)
BidikTimes.com, Balikpapan, — Pemerintah Kota Balikpapan terus mempersiapkan pelaksanaan kegiatan bebas kendaraan bermotor atau Car Free Day (CFD) di sejumlah wilayah kecamatan. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menghadirkan ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga, bersosialisasi, berekreasi, sekaligus membuka peluang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lokal.
Pelaksanaan Car Free Day tersebut mengacu pada Keputusan Wali Kota Balikpapan Nomor 100.3.3.3/266/2026 tentang pelaksanaan kegiatan bebas kendaraan atau Car Free Day di Kota Balikpapan.
Menindaklanjuti keputusan tersebut, Kecamatan Balikpapan Barat mulai melakukan berbagai persiapan. Salah satunya dengan menggelar rapat koordinasi pada Rabu (2/9/2026), guna mematangkan rencana pelaksanaan sekaligus persiapan launching Car Free Day di wilayah Balikpapan Barat.
Rapat koordinasi tersebut melibatkan berbagai unsur yang nantinya memiliki peran dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan. Sejumlah pihak yang hadir antara lain Kapolsek Balikpapan Barat, Danramil, unsur Lanud, Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, para ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) se-Kecamatan Balikpapan Barat, ketua RT, staf kelurahan, serta tokoh masyarakat.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut dinilai penting mengingat pelaksanaan Car Free Day nantinya akan menggunakan ruas jalan tertentu dan melibatkan masyarakat dalam jumlah yang cukup banyak. Karena itu, aspek keamanan, ketertiban, pengaturan arus lalu lintas, hingga kesiapan masyarakat menjadi bagian yang dibahas dalam rapat.
Rapat dipimpin langsung oleh Camat Balikpapan Barat, Erwin, SE. Dalam kesempatan tersebut, Erwin memaparkan sejumlah rencana teknis yang berkaitan dengan pelaksanaan Car Free Day, termasuk jadwal, rute, pengamanan, serta pola koordinasi antarinstansi.
Berdasarkan rencana awal, kegiatan Car Free Day di Balikpapan Barat akan dilaksanakan setiap hari Minggu pagi. Masyarakat dapat mengikuti kegiatan tersebut pada pukul 09.00 WITA hingga 11.30 WITA.
Waktu pelaksanaan tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menikmati suasana akhir pekan dengan melakukan berbagai aktivitas positif tanpa terganggu oleh kepadatan kendaraan bermotor.
Car Free Day nantinya bukan hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang ingin berolahraga. Ruang publik tersebut juga diharapkan dapat menjadi tempat berkumpul warga, membangun interaksi sosial, serta mempererat hubungan antarmasyarakat di wilayah Balikpapan Barat.
Dalam rapat koordinasi, pembahasan mengenai rute yang akan digunakan juga menjadi salah satu perhatian utama. Penentuan rute harus dilakukan secara matang karena berkaitan langsung dengan rekayasa lalu lintas serta akses masyarakat yang berada di sekitar kawasan pelaksanaan.
Untuk itu, koordinasi dengan Dinas Perhubungan dan aparat keamanan akan terus dilakukan. Pengaturan arus kendaraan dan penempatan personel di sejumlah titik nantinya diharapkan mampu menjaga kelancaran lalu lintas di sekitar lokasi CFD.
Selain persoalan teknis, pemerintah kecamatan juga memberikan perhatian terhadap keterlibatan masyarakat. Para ketua RT, LPM, staf kelurahan dan tokoh masyarakat diharapkan dapat membantu menyosialisasikan kegiatan tersebut kepada warga.
Dengan keterlibatan langsung masyarakat, pelaksanaan Car Free Day diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan pemerintah, tetapi menjadi kegiatan bersama yang tumbuh dari partisipasi warga.
Erwin menyampaikan bahwa keberhasilan kegiatan tersebut sangat bergantung pada koordinasi dan dukungan seluruh pihak. Karena itu, setiap unsur yang terlibat diminta untuk mempersiapkan kebutuhan masing-masing agar ketika kegiatan mulai dilaksanakan tidak terjadi kendala yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat.
Menurutnya, Car Free Day harus dapat memberikan manfaat yang nyata bagi warga. Selain menyediakan ruang untuk berolahraga, kegiatan tersebut juga harus mampu menciptakan suasana yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi masyarakat.
Di sisi lain, pemerintah juga membuka ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Keberadaan UMKM menjadi salah satu bagian yang cukup penting dalam konsep pelaksanaan Car Free Day. Dengan berkumpulnya masyarakat dalam satu kawasan, para pelaku usaha diharapkan mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan dan menjual berbagai produk mereka.
Mulai dari kuliner, makanan ringan, minuman, produk kerajinan hingga berbagai produk kreatif masyarakat dapat menjadi bagian dari aktivitas ekonomi selama pelaksanaan CFD, tentunya dengan tetap memperhatikan penataan lokasi dan ketertiban.
Pemerintah Kecamatan Balikpapan Barat berharap keterlibatan UMKM tersebut nantinya dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Car Free Day tidak hanya menjadi ruang untuk berolahraga, tetapi juga dapat berkembang menjadi pusat aktivitas masyarakat pada setiap akhir pekan.
Dengan konsep tersebut, kegiatan CFD diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara aktivitas olahraga, rekreasi, interaksi sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Keterlibatan UMKM juga dinilai dapat memberikan warna tersendiri dalam pelaksanaan Car Free Day. Masyarakat yang datang tidak hanya melakukan aktivitas olahraga, tetapi juga dapat menikmati berbagai produk lokal yang ditawarkan pelaku usaha.
“Kegiatan ini nantinya akan melibatkan seluruh warga serta memberi kesempatan kepada pelaku UMKM lokal,” ujar Erwin dalam rapat koordinasi tersebut.
Ia menegaskan, persiapan perlu dilakukan secara bersama-sama sehingga kegiatan yang telah direncanakan dapat berjalan dengan baik. Terlebih, Car Free Day merupakan kegiatan yang menyangkut kepentingan masyarakat luas sehingga aspek keamanan, kenyamanan dan ketertiban harus menjadi perhatian utama.
Sementara itu, unsur keamanan dan pengaturan lalu lintas juga akan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan CFD. Penutupan atau pembatasan kendaraan pada ruas jalan yang menjadi lokasi kegiatan harus diatur sedemikian rupa agar tidak menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat yang tetap membutuhkan akses jalan.
Karena itu, kehadiran aparat kepolisian, TNI, Dishub dan unsur terkait lainnya diharapkan mampu mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan.
Selain itu, masyarakat yang mengikuti kegiatan juga diharapkan dapat menaati aturan yang nantinya ditetapkan. Kesadaran warga menjadi salah satu kunci agar pelaksanaan Car Free Day dapat berlangsung aman dan nyaman.
Pemerintah kecamatan juga akan terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan setelah nantinya resmi dimulai. Evaluasi tersebut diperlukan untuk mengetahui berbagai kekurangan yang muncul di lapangan, baik berkaitan dengan lalu lintas, kebersihan, keamanan, penataan UMKM maupun kenyamanan masyarakat.
Apabila ditemukan kendala, pemerintah bersama pihak terkait dapat melakukan perbaikan sehingga pelaksanaan CFD berikutnya dapat berjalan lebih baik.
Rencana pelaksanaan Car Free Day setiap Minggu pagi ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin masyarakat Balikpapan Barat. Dengan adanya kegiatan tersebut, warga memiliki alternatif ruang terbuka untuk melakukan aktivitas bersama keluarga maupun komunitas.
Lebih jauh, kebijakan Car Free Day juga diharapkan dapat mendorong kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola hidup sehat dan pemanfaatan ruang publik secara positif.
Kecamatan Balikpapan Barat sendiri berkomitmen untuk mempersiapkan kegiatan tersebut secara matang. Koordinasi lintas sektor akan terus dilakukan sebelum pelaksanaan launching, termasuk memastikan kesiapan rute, personel, fasilitas pendukung, kebersihan dan penataan pelaku UMKM.
Dengan persiapan yang dilakukan sejak awal, pemerintah berharap pelaksanaan Car Free Day nantinya tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi ruang publik yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung setiap Minggu mulai pukul 09.00 hingga 11.30 WITA tersebut diharapkan mampu menghadirkan suasana berbeda di kawasan Balikpapan Barat. Jalan yang biasanya dipenuhi kendaraan akan dimanfaatkan sementara sebagai ruang bagi warga untuk berolahraga, berinteraksi dan menikmati akhir pekan.
Di saat yang sama, para pelaku UMKM lokal juga mendapatkan ruang untuk mengembangkan usaha dan memperluas pasar.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, masyarakat, komunitas dan pelaku UMKM, Car Free Day di Balikpapan Barat diharapkan menjadi salah satu kegiatan publik yang mampu memperkuat kebersamaan warga sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
Rapat koordinasi yang digelar pada Rabu tersebut menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai rencana. Seluruh unsur yang terlibat diharapkan dapat mengambil peran masing-masing sehingga saat pelaksanaan launching nanti, kegiatan dapat berlangsung tertib, aman dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Balikpapan Barat. (mn)
Tulis Komentar