Keterangan Gambar : Didiek Siswanto S.sos kasi trantib kecamatan Balikpapan barat
bidiktimes.com, BALIKPAPAN – Penertiban kawasan Jembatan Beton, Kecamatan Balikpapan Barat, belum sepenuhnya membuat aktivitas di lokasi tersebut tertata. Sejumlah gerobak dan meja pedagang masih ditemukan ditinggalkan di sisi jembatan, sementara puluhan kendaraan roda empat terparkir berjajar di sepanjang kawasan tersebut.
Kondisi itu ditemukan saat Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Kasi Trantib) bersama Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) Kecamatan Balikpapan Barat melakukan monitoring lapangan, Kamis (8/10/2026) sekitar pukul 10.15 WITA.

Monitoring dilakukan sebagai tindak lanjut dari operasi
penertiban dan sosialisasi yang sebelumnya telah dilakukan Satuan Polisi Pamong
Praja (Satpol PP) di kawasan tersebut.
Petugas kembali mengecek kondisi lapangan untuk memastikan
imbauan yang telah disampaikan kepada pedagang dan pengguna jalan benar-benar
dipatuhi.
Namun, hasil monitoring menunjukkan masih adanya sejumlah
sarana berdagang berupa gerobak dan meja yang ditinggalkan begitu saja setelah
aktivitas perdagangan selesai.
Tidak hanya itu, persoalan parkir juga masih menjadi
perhatian. Puluhan mobil terlihat berjajar di sepanjang kawasan Jembatan Beton.
Kondisi tersebut dinilai menunjukkan masih rendahnya kesadaran sebagian
pengguna kendaraan untuk memanfaatkan ruang parkir sebagaimana mestinya.
Kasi Trantib Kecamatan Balikpapan Barat menegaskan,
sebelumnya pihak kecamatan telah memberikan imbauan kepada warga dan pedagang
agar tidak meninggalkan gerobak maupun meja dagangan di kawasan jembatan.
Pedagang juga telah diminta tidak menjadikan badan maupun
sisi jembatan sebagai lokasi untuk menempatkan sarana berdagang.
Hal serupa berlaku bagi pemilik kendaraan. Kawasan jembatan
bukan diperuntukkan sebagai tempat parkir, mengingat fungsi utamanya sebagai
jalur akses dan penghubung bagi masyarakat yang melintas.
“Sudah kami imbau agar sarana berdagang tidak ditinggalkan di lokasi dan kendaraan tidak diparkir di kawasan jembatan,” tegasnya.

Menurut pihak kecamatan, penataan kawasan Jembatan Beton
tidak hanya berkaitan dengan ketertiban, tetapi juga menyangkut kelancaran
akses masyarakat.
Keberadaan gerobak, meja dagangan maupun kendaraan yang
diparkir berjajar berpotensi mengurangi ruang gerak pengguna jalan apabila
tidak ditata dengan baik.
Karena itu, monitoring akan dilakukan secara berkala sebagai
bagian dari upaya menjaga kawasan tersebut tetap tertib setelah kegiatan
penertiban sebelumnya.
Pihak kecamatan juga meminta para pedagang dan pengguna
jalan ikut menjaga ketertiban dengan tidak menggunakan fasilitas jembatan di
luar fungsi peruntukannya.
Kesadaran masyarakat dinilai menjadi faktor penting agar
penataan tidak hanya berlangsung sesaat setelah dilakukan penertiban, tetapi
dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
“Kami berharap masyarakat dan pedagang bisa bekerja sama.
Jembatan ini merupakan fasilitas untuk akses masyarakat, sehingga harus dijaga
agar tetap bisa digunakan sebagaimana mestinya,” ujarnya.
Dengan monitoring secara rutin, Kecamatan Balikpapan Barat
berharap aktivitas di sekitar Jembatan Beton dapat semakin tertata dan tidak
kembali menimbulkan persoalan yang sama.
Penertiban pun diharapkan tidak berhenti pada kegiatan
operasi lapangan, tetapi diikuti kepatuhan warga sehingga fungsi Jembatan Beton
sebagai akses transportasi tetap terjaga. (sah)
Tulis Komentar