Keterangan Gambar : Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzie Adi Firmansyah
bidiktimes.com, BALIKPAPAN – Kondisi sumber air baku utama Kota Balikpapan kembali menjadi perhatian. Komisi II DPRD Kota Balikpapan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Waduk Manggar, Kilometer 12, Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 11.35 WITA.
Sidak tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi terkini Waduk Manggar yang mengalami penurunan debit air akibat kemarau panjang. Kondisi ini turut berdampak terhadap kapasitas produksi dan distribusi air bersih kepada masyarakat.

Kemarau panjang yang terjadi saat ini disebut berkaitan
dengan fenomena El Nino. Berdasarkan koordinasi PT Tirta Manuntung Balikpapan
(PTMB) dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi
kering diperkirakan masih berlangsung hingga November 2026.
Direktur Teknik PTMB, Mohamad Kohiruddin, S.T., menjelaskan
bahwa berkurangnya volume air baku di Waduk Manggar membuat perusahaan harus
melakukan penyesuaian terhadap produksi dan distribusi air bersih.
Menurutnya, pengurangan produksi bukan dilakukan secara
sengaja, melainkan sebagai langkah penyesuaian terhadap kondisi sumber air baku
yang semakin terbatas.
“Ketika air baku berkurang, otomatis produksi dan distribusi
juga harus disesuaikan. Ini karena faktor alam,” jelasnya.
PTMB, lanjut Kohiruddin, terus berkoordinasi dengan Balai
Wilayah Sungai (BWS) untuk menentukan batas aman pengambilan air dari waduk.
Langkah tersebut diperlukan agar cadangan air yang tersisa tetap dapat
dipertahankan dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama
kondisi kemarau berlangsung.
Di sisi lain, Komisi II DPRD Balikpapan berharap kondisi
cuaca segera berubah dan hujan kembali turun untuk membantu mengisi kembali
cadangan air baku.
Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzie Adi Firmansyah,
mengatakan hujan sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlangsungan pasokan air
bersih bagi masyarakat.
Ia berharap curah hujan kembali meningkat sebelum memasuki
November, sehingga kondisi Waduk Manggar dapat berangsur pulih dan produksi air
bersih PTMB kembali normal.
“Kita berharap hujan segera turun, sehingga debit air baku
kembali bertambah dan pelayanan kepada masyarakat bisa kembali normal,” kata
Fauzie.
Selain persoalan debit air, Komisi II juga menyoroti keluhan
masyarakat terkait kualitas air yang diterima pelanggan, terutama air yang
terkadang terlihat keruh atau berwarna kekuningan serta menimbulkan bau.
Fauzie menjelaskan, berdasarkan informasi dari PTMB dan
melihat langsung proses pengolahan air, air yang keluar dari instalasi
pengolahan telah melalui proses pengolahan dan dalam kondisi jernih. Sementara
perubahan warna air yang terjadi di sejumlah titik pelanggan lebih berkaitan
dengan kondisi jaringan perpipaan.
Salah satu penyebabnya, kata dia, adalah kebocoran atau
kondisi pipa jaringan bawah tanah yang masih membutuhkan perbaikan.
PTMB saat ini secara bertahap melakukan revitalisasi dan
perbaikan jaringan perpipaan guna meningkatkan kualitas distribusi air kepada
pelanggan.
Karena itu, masyarakat diminta memahami proses pembenahan
yang sedang dilakukan. Perbaikan jaringan membutuhkan waktu dan dilakukan
secara bertahap agar pelayanan air bersih tetap dapat berjalan.
Sidak Komisi II ke Waduk Manggar sekaligus menjadi bagian
dari upaya memastikan kondisi sumber air baku dan pelayanan air bersih tetap
menjadi perhatian di tengah ancaman kemarau berkepanjangan.
Dengan cadangan air baku yang terus menyusut, pengelolaan
sisa air Waduk Manggar dan percepatan pembenahan jaringan distribusi menjadi
dua hal yang dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan layanan air bersih
bagi warga Balikpapan. (rud)
Tulis Komentar