Keterangan Gambar : Rombongan Gardasikat dipimpin langsung Ketua DPC Gardasikat Balikpapan, Zulkifli. Kedatangan mereka disambut antusias oleh para anggota dan keluarga besar Yayasan Pertuni yang selama ini menjadi wadah bagi para penyandang tunanetra di Kota Balikpapan.
BIDIKTIMES.COM, BALIKPAPAN, – Memasuki usia ke-20 tahun, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pergerakan Pemuda Suku Asli Kalimantan (Gardasikat) Kota Balikpapan memperingati perjalanan organisasinya melalui kegiatan sosial yang menyentuh langsung masyarakat. Salah satunya dengan menyalurkan bantuan sembako kepada Yayasan Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kota Balikpapan, Minggu (25/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Gardasikat menyerahkan sejumlah bantuan berupa beras, mi instan, serta nasi kotak kepada pihak yayasan. Penyerahan bantuan berlangsung di lokasi Yayasan Pertuni yang beralamat di Jalan Telaga Sari RT 36 Nomor 007, Kelurahan Telaga Sari, Kecamatan Balikpapan Tengah.
Rombongan Gardasikat dipimpin langsung Ketua DPC Gardasikat Balikpapan, Zulkifli. Kedatangan mereka disambut antusias oleh para anggota dan keluarga besar Yayasan Pertuni yang selama ini menjadi wadah bagi para penyandang tunanetra di Kota Balikpapan.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan pihak yayasan, saat ini terdapat 72 orang penyandang tunanetra yang menjadi bagian dari Pertuni Balikpapan. Kehadiran Gardasikat di tengah mereka menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan sosial sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan dukungan.
Bantuan tersebut diserahkan sebagai bentuk perhatian organisasi terhadap sesama, terutama bagi kelompok masyarakat yang memiliki kebutuhan khusus dan memerlukan dukungan dari lingkungan sekitarnya.
Ketua DPC Gardasikat Balikpapan, Zulkifli, mengatakan bahwa kegiatan kunjungan dan penyerahan bantuan kepada Yayasan Pertuni merupakan bagian dari ungkapan rasa syukur atas perjalanan Gardasikat yang kini telah memasuki usia dua dekade.
Menurut Zulkifli, peringatan hari ulang tahun organisasi tidak semata-mata dimaknai sebagai perayaan bertambahnya usia, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam menjalankan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ia menjelaskan, salah satu cara untuk mensyukuri perjalanan organisasi adalah dengan berbagi kepada sesama serta menjalin silaturahmi dengan berbagai lapisan masyarakat, termasuk para penyandang tunanetra.
“Kami datang ke Yayasan Pertuni untuk berbagi karena bertepatan dengan ulang tahun Gardasikat yang ke-20 tahun. Kami berharap apa yang dilakukan ini menjadi bentuk kepedulian dan rasa syukur atas perjalanan Gardasikat selama ini,” ujar Zulkifli.
Ia menegaskan bahwa bantuan yang diberikan merupakan bentuk perhatian dan kepedulian organisasi. Meski bantuan tersebut tidak dimaksudkan untuk menyelesaikan seluruh kebutuhan para penerima manfaat, Gardasikat berharap kontribusi itu dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari.
Zulkifli juga berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Baginya, keberadaan organisasi kemasyarakatan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan hanya melalui kegiatan internal organisasi.
“Semoga ke depan Gardasikat terus hadir dan berbuat untuk masyarakat luas. Kami ingin organisasi ini semakin bermanfaat, semakin dekat dengan masyarakat, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi mereka yang membutuhkan,” tambahnya.
Menurutnya, semangat kebersamaan dan kepedulian sosial perlu terus dijaga agar organisasi dapat tumbuh bersama masyarakat. Dengan demikian, peringatan hari jadi Gardasikat dapat menjadi pengingat pentingnya menjalankan kegiatan yang membawa manfaat bagi lingkungan sekitar.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pertuni Kota Balikpapan, Yetno, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan bantuan yang diberikan oleh DPC Gardasikat Balikpapan.
Ia menyambut baik perhatian yang ditunjukkan Gardasikat kepada para penyandang tunanetra yang tergabung dalam yayasan. Menurutnya, dukungan dari berbagai elemen masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun lingkungan sosial yang peduli, terbuka, dan saling membantu.
Yetno menyampaikan bahwa bantuan sembako yang diberikan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para penerima. Selain nilai bantuan secara langsung, perhatian tersebut juga menjadi bentuk dukungan moral bagi keluarga besar Pertuni.
“Kami menyambut baik kedatangan Gardasikat dan mengucapkan terima kasih atas kepedulian serta bantuan yang telah diberikan kepada Yayasan Pertuni,” ungkap Yetno.
Ia berharap Gardasikat semakin berkembang dan mampu memperluas kegiatan sosialnya sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari keberadaan organisasi tersebut.
“Semoga ke depan Ormas Gardasikat semakin maju dan terus berbuat kebaikan kepada masyarakat, terutama kepada masyarakat yang kurang mampu,” ujarnya.
Bagi pihak yayasan, kepedulian dari organisasi kemasyarakatan seperti Gardasikat menjadi salah satu bentuk kebersamaan yang perlu terus dipelihara. Hubungan baik antara organisasi dan masyarakat diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan dapat terus terjalin melalui silaturahmi dan aksi sosial.
Dalam kesempatan tersebut, Yetno juga menyampaikan bahwa kunjungan Gardasikat ke Yayasan Pertuni Balikpapan kali ini merupakan kunjungan yang kedua.
Hal itu menunjukkan bahwa hubungan antara Gardasikat dan Pertuni telah terjalin sebelumnya. Kunjungan kembali tersebut menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi sekaligus melanjutkan bentuk kepedulian kepada para penyandang tunanetra.
Kehadiran kembali Gardasikat di lingkungan yayasan diharapkan dapat memperkuat hubungan antarlembaga dan mendorong tumbuhnya kepedulian sosial di tengah masyarakat Kota Balikpapan.
Melalui kunjungan tersebut, Gardasikat dan Pertuni juga memperlihatkan pentingnya membangun komunikasi serta kerja sama sosial yang berlandaskan kebersamaan.
Peringatan HUT ke-20 Gardasikat Balikpapan menjadi momentum untuk melihat kembali peran organisasi dalam kehidupan masyarakat. Usia dua dekade merupakan perjalanan yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat solidaritas internal sekaligus meningkatkan kontribusi bagi lingkungan sekitar.
Penyaluran sembako kepada Yayasan Pertuni menjadi salah satu bentuk kegiatan yang menempatkan kepedulian sosial sebagai bagian dari peringatan hari jadi organisasi.
Di sisi lain, apresiasi yang disampaikan pihak Pertuni menjadi dorongan agar hubungan baik antara organisasi kemasyarakatan dan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian dapat terus dipertahankan.
Ke depan, kegiatan sosial diharapkan tidak hanya berlangsung pada momentum peringatan hari jadi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari program organisasi secara berkesinambungan. Dengan begitu, manfaat kehadiran organisasi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Bagi Gardasikat Balikpapan, peringatan dua dekade ini diharapkan menjadi awal untuk terus memperkuat komitmen dalam kegiatan sosial, mempererat silaturahmi, serta berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung pada Minggu tersebut pun menjadi wujud sederhana dari semangat gotong royong, bahwa kepedulian sosial dapat dimulai dari lingkungan terdekat dan diwujudkan melalui tindakan nyata.
Dengan semangat HUT ke-20, Gardasikat Balikpapan berharap dapat terus tumbuh sebagai organisasi yang dekat dengan masyarakat, mengedepankan kebersamaan, dan memberikan kontribusi positif bagi warga Kota Balikpapan, termasuk para penyandang tunanetra yang menjadi bagian penting dari kehidupan sosial kota ini.(mn)
Tulis Komentar