Kecamatan Balikpapan Barat Gelar Sosialisasi Pembauran Kebangsaan untuk Tangkal Radikalisme

$rows[judul] Keterangan Gambar : Camat Balikpapan Barat, H. Erwin Dahri, S.E., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), lurah se-Kecamatan Balikpapan Barat, para ketua RT, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta perwakilan generasi muda.

BIDIKTIMES.COM, BALIKPAPAN, – Kecamatan Balikpapan Barat menggelar Sosialisasi Penguatan Pembauran Kebangsaan bagi Aparat, Tokoh Masyarakat, dan Generasi Muda dalam Menangkal Paham Radikalisme, Senin (13/10/2026). Kegiatan berlangsung di Aula Kecamatan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat persatuan dan kesatuan masyarakat sekaligus meningkatkan pemahaman tentang pentingnya menjaga toleransi, kerukunan, serta kewaspadaan terhadap penyebaran paham radikalisme.


Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Balikpapan Barat, H. Erwin Dahri, S.E., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), lurah se-Kecamatan Balikpapan Barat, para ketua RT, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta perwakilan generasi muda.

Peserta juga berasal dari Karang Taruna, organisasi kepemudaan, serta siswa-siswi SMA Negeri 8 Balikpapan, SMA Negeri 3 Balikpapan, SMK Negeri 7 Balikpapan, dan SMK Ibnu Khaldun Balikpapan.

Dalam sambutannya, Camat Balikpapan Barat H. Erwin Dahri menegaskan bahwa penguatan pembauran kebangsaan merupakan salah satu langkah penting dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

Menurutnya, Balikpapan Barat dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang suku, agama, dan budaya yang hidup berdampingan. Karena itu, nilai toleransi, gotong royong, dan saling menghormati perlu terus dipelihara agar kerukunan tetap terjaga.

“Kecamatan Balikpapan Barat adalah miniatur Indonesia. Berbagai suku, agama, dan budaya hidup berdampingan. Semangat gotong royong dan toleransi harus terus kita jaga agar tidak mudah disusupi paham radikalisme yang dapat memecah belah persatuan,” tegas Erwin.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam mencegah penyebaran paham radikalisme. Aparat diharapkan mampu melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban, sementara tokoh masyarakat, tokoh agama, serta tokoh adat diharapkan menjadi penyejuk dan penguat kerukunan di lingkungan masing-masing.

Di sisi lain, generasi muda dinilai perlu mendapatkan pembekalan wawasan kebangsaan agar mampu menyaring informasi dan tidak mudah terpengaruh oleh paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, termasuk melalui media sosial.

Dalam sesi pemaparan materi, narasumber dari unsur Kesbangpol, Polri, dan TNI menyampaikan berbagai hal terkait penguatan wawasan kebangsaan dan strategi pencegahan radikalisme.

Salah satu narasumber yang disebutkan dalam kegiatan tersebut adalah Brigpol Alexander S.H., dari unsur Satgas Wilayah Kalimantan Timur di Kota Balikpapan. Materi yang disampaikan mencakup empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai karakteristik paham radikalisme, pentingnya literasi digital, serta upaya menanamkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Kegiatan berlangsung interaktif. Antusiasme peserta terlihat dalam sesi tanya jawab yang membahas pentingnya menjaga persatuan, meningkatkan kewaspadaan terhadap informasi di ruang digital, serta memperkuat peran masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan dapat menjadi agen pembauran kebangsaan di lingkungan masing-masing. Peran aktif aparat, tokoh masyarakat, dan generasi muda dinilai penting untuk membangun komunikasi yang baik serta mencegah munculnya konflik akibat perbedaan suku, agama, maupun pandangan.

Kecamatan Balikpapan Barat berharap sosialisasi ini dapat memperkuat semangat kebangsaan sekaligus menjaga wilayah tetap aman, damai, dan toleran. Dengan kerja sama seluruh elemen masyarakat, kerukunan antarumat beragama dan persatuan di tengah keberagaman diharapkan terus terpelihara.2

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)