BidikTimes.com, Balikpapan, — Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) menegaskan bahwa informasi mengenai pengaturan atau penggiliran aliran air pada akhir pekan yang beredar di tengah masyarakat bukan merupakan jadwal distribusi air yang berlaku untuk seluruh wilayah Kota Balikpapan.
PTMB menjelaskan, pengaturan aliran tersebut merupakan langkah penanganan khusus dan bersifat lokal bagi sejumlah wilayah yang saat ini mengalami kendala memperoleh pasokan air. Di antaranya kawasan Batuah dan Taman Sari bagian atas, Kecamatan Balikpapan Utara.
Kondisi tersebut tidak terlepas dari menurunnya produksi air akibat fenomena El Niño. Penurunan produksi bahkan disebut mencapai sekitar 50 persen, sehingga berdampak terhadap kemampuan sistem dalam memenuhi kebutuhan distribusi air di sejumlah kawasan.
Situasi tersebut mendorong PTMB mengambil sejumlah langkah khusus untuk menjaga pemenuhan kebutuhan air masyarakat, terutama di wilayah yang terdampak langsung.
Direktur Operasional PTMB, Ir. Ali Rachman AS, S.T., M.T., meminta masyarakat tidak langsung mempercayai informasi mengenai pengaturan aliran air yang beredar apabila belum dipastikan sumber dan cakupan wilayahnya.
Menurut Ali, flyer mengenai penggiliran aliran air yang beredar di masyarakat bukan merupakan jadwal resmi PTMB yang diberlakukan untuk seluruh wilayah Kota Balikpapan.
“Kami mengimbau masyarakat Balikpapan agar tidak keliru memahami informasi yang beredar terkait penggiliran aliran air. Flyer yang beredar saat ini bukan merupakan informasi resmi PTMB untuk seluruh wilayah Kota Balikpapan,” ujar Ali.
Ia menjelaskan, informasi tersebut berkaitan dengan pelayanan dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Km 12. Penanganannya pun hanya ditujukan bagi wilayah tertentu yang mengalami kendala pelayanan.
“Informasi tersebut hanya berkaitan dengan pelayanan dari IPA Km 12 dan penanganannya bersifat khusus untuk wilayah tertentu. Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk memastikan terlebih dahulu setiap informasi melalui kanal resmi PTMB agar tidak menimbulkan keresahan,” lanjutnya.
Sebagai bentuk penanganan, PTMB telah melakukan pertemuan dengan sejumlah unsur masyarakat, termasuk Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), ketua RT, serta perwakilan warga di wilayah terdampak.
Dari hasil pertemuan tersebut, PTMB menyiapkan sejumlah langkah alternatif untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan air bersih.
Langkah tersebut antara lain penyaluran air bersih menggunakan armada tangki, penyediaan drum penampungan air, hingga rekayasa jaringan secara terbatas.
Penyediaan armada tangki dilakukan sebagai salah satu alternatif ketika pasokan melalui jaringan perpipaan belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Sementara drum penampungan disiapkan untuk membantu warga menampung air sehingga kebutuhan sehari-hari tetap dapat dipenuhi.
PTMB juga melakukan rekayasa jaringan secara terbatas dengan mempertimbangkan kondisi sistem distribusi yang ada. Langkah tersebut ditujukan agar aliran air dapat menjangkau kawasan yang mengalami kendala, khususnya pada akhir pekan.
Ali mengatakan, seluruh langkah tersebut merupakan bentuk upaya perusahaan dalam memberikan alternatif pelayanan kepada masyarakat yang terdampak.
“Penanganan ini kami lakukan secara khusus untuk wilayah yang terdampak. Kami berupaya memberikan alternatif pemenuhan kebutuhan air masyarakat melalui suplai tangki, penyediaan tempat penampungan, serta rekayasa jaringan secara terbatas,” jelasnya.
Menurutnya, kondisi pelayanan di wilayah lain tetap bergantung pada sistem distribusi dan ketersediaan suplai dari masing-masing instalasi pelayanan.
“Sementara itu, pelayanan di wilayah lainnya tetap menyesuaikan kondisi sistem distribusi dan suplai dari masing-masing instalasi pelayanan,” tambah Ali.
PTMB kembali mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam menerima informasi terkait pelayanan air bersih, terutama informasi yang menyangkut pengaturan atau penggiliran aliran air.
Masyarakat diminta memastikan terlebih dahulu apakah informasi tersebut benar-benar berasal dari PTMB atau hanya merupakan informasi yang beredar di masyarakat tanpa konfirmasi resmi.
Hal tersebut dinilai penting untuk mencegah kesalahpahaman dan keresahan, mengingat pengaturan pelayanan yang dilakukan saat ini bersifat lokal dan hanya ditujukan bagi kawasan tertentu yang mengalami kendala.
PTMB memastikan terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga keberlangsungan distribusi air bersih di Kota Balikpapan di tengah kondisi produksi air yang mengalami penurunan.
Selain menjaga sistem distribusi yang ada, PTMB juga menyiapkan sejumlah alternatif pemenuhan kebutuhan air bagi masyarakat di wilayah yang mengalami gangguan atau keterbatasan pasokan.
Dengan langkah tersebut, PTMB berharap kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih tetap dapat dipenuhi, sembari melakukan penyesuaian terhadap kondisi produksi dan distribusi air yang terjadi saat ini.(***)
Tulis Komentar