El Nino Tekan Pasokan Air Baku, 38 Ribu Pelanggan PTMB Terdampak

$rows[judul]

bidiktimes.com, BALIKPAPAN – Ketersediaan air baku di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, mulai tertekan akibat kondisi kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino. Penurunan debit sumber air menyebabkan pasokan untuk pengolahan air bersih ikut dikurangi, sehingga sekitar 38 ribu pelanggan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) berpotensi mengalami penurunan waktu pelayanan.

Direktur Teknik PTMB Muhammad Kohiruddin mengungkapkan, pembatasan pengambilan air baku tersebut dilakukan mengikuti arahan Balai Wilayah Sungai Kalimantan IV (BWSK IV) Samarinda.

Pengurangan cukup signifikan terjadi di dua waduk yang menjadi sumber air baku utama PTMB. Di Waduk Manggar, kapasitas pengambilan yang sebelumnya berada di angka 1.150 liter per detik kini dibatasi menjadi 900 liter per detik sejak 1 September 2026.

Sementara dari Waduk Tritip, pasokan air baku juga mengalami penurunan dari sebelumnya 220 liter per detik menjadi hanya 110 liter per detik.

Jika digabungkan, pengurangan pasokan dari kedua waduk tersebut mencapai 360 liter per detik.

“Dengan berkurangnya 360 liter per detik ini tentu pelayanan akan terganggu. Sekitar 38 ribu pelanggan terdampak,” ujar Kohiruddin, Senin (7/9/2026).

Bukan Berarti Air Berhenti Total

Menurut Kohiruddin, kondisi tersebut tidak serta-merta membuat pelayanan air bersih kepada pelanggan terhenti sepenuhnya. Dampak yang paling mungkin dirasakan adalah berkurangnya waktu air mengalir dibandingkan kondisi normal.

Pelanggan yang sebelumnya memperoleh aliran hingga 24 jam dalam sehari dapat mengalami pengurangan durasi pelayanan. Hal ini terjadi karena volume air baku yang dapat diproses PTMB mengalami penurunan.

“Pelayanannya berkurang, yang mungkin awalnya bisa 24 jam bisa turun dari kurang dari 24 jam,” jelasnya.

PTMB, lanjut Kohiruddin, akan melakukan pengaturan distribusi agar keterbatasan pasokan dapat dibagi secara proporsional ke seluruh wilayah pelayanan.

Ia juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian air secara berlebihan maupun panik menghadapi kondisi tersebut. Masyarakat justru diminta memanfaatkan waktu ketika air mengalir untuk mengisi tempat penampungan di rumah.

“Jangan panik, ini hanya jam pelayanannya saja berkurang karena memang kuantitas air baku yang diolah menurun,” katanya.

Tiga Terminal Tangki Disiapkan

Sebagai langkah antisipasi apabila terjadi gangguan pelayanan, PTMB juga menyiapkan tiga terminal tangki air yang tersebar di Balikpapan Barat, Balikpapan Selatan, dan Balikpapan Utara.

Terminal yang berada di kawasan Balikpapan Selatan, tepatnya di Jalan MT Haryono di depan kantor Disdukcapil, akan diarahkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat di Balikpapan Selatan sekaligus Balikpapan Timur.

Balikpapan Timur menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus karena pengurangan kapasitas pengambilan air baku di sumber mencapai sekitar 50 persen.

“Terminal tangki yang di DAM akan melayani Balikpapan Selatan dan Balikpapan Timur,” ungkap Kohiruddin.

Adapun terminal tangki di Balikpapan Utara disiapkan untuk membantu sebagian wilayah Balikpapan Utara dan Balikpapan Tengah. Sedangkan terminal yang berada di Balikpapan Barat difokuskan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di kawasan tersebut ketika distribusi perpipaan mengalami gangguan.

PTMB memastikan pengaturan distribusi air akan terus dievaluasi selama kondisi sumber air baku belum kembali normal. Perusahaan juga berupaya agar wilayah yang sebelumnya mengalami gangguan dapat tetap memperoleh pelayanan secara bergiliran.

“Kami akan berusaha terus membagi air dengan merata, sehingga ada titik-titik yang dulunya juga terganggu, hari ini kita coba layani dengan baik,” pungkasnya. (**) 

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)