BidikTimes.com, BALIKPAPAN, – Suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan terasa di Gedung Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome, Kota Balikpapan, Rabu (2/9/2026) malam. Masyarakat asal Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, yang bermukim di Kalimantan Timur, khususnya Kota Balikpapan, tumpah ruah menghadiri acara silaturahmi sekaligus pelantikan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Himpunan Masyarakat Sinjai (HIMAS) Provinsi Kalimantan Timur.

Menggunakan pakaian adat Bugis, warga Sinjai yang hadir tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Kehadiran mereka tidak hanya menjadi bagian dari prosesi organisasi, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antarsesama masyarakat Sinjai yang selama ini hidup dan menetap di berbagai wilayah Kalimantan Timur.
Sejak acara dimulai, suasana di dalam gedung sudah dipenuhi warga yang datang secara berkelompok. Mereka saling bertemu, berbincang dan melepas kerinduan dengan sesama warga asal Sinjai yang selama ini mungkin jarang bertemu karena kesibukan masing-masing.
Pakaian adat Bugis yang dikenakan sebagian besar peserta semakin memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Identitas budaya masyarakat Sinjai tetap terlihat kuat meskipun mereka kini berada jauh dari daerah asalnya.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum konsolidasi organisasi setelah H. Ahmad Rustam terpilih sebagai Ketua DPW HIMAS Provinsi Kalimantan Timur untuk masa bakti 2026-2031.
Ahmad Rustam terpilih melalui musyawarah pengurus DPW HIMAS Kaltim. Dengan terpilihnya kepengurusan baru tersebut, HIMAS Kaltim diharapkan semakin mampu menjadi wadah pemersatu masyarakat Sinjai yang tersebar di berbagai daerah di Kalimantan Timur.
Ahmad Rustam sendiri merupakan seorang pengusaha yang berdomisili di Kota Balikpapan. Ia merupakan putra pertama dari H. Rustam, yang diketahui merupakan Ketua Kelompok Tani di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Kehadiran Ahmad Rustam dalam kepengurusan HIMAS Kaltim menjadi harapan baru bagi masyarakat Sinjai di perantauan. Organisasi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat berkumpul dan bersilaturahmi, tetapi juga mampu menjadi wadah untuk membangun komunikasi, memperkuat persaudaraan serta mendorong kontribusi masyarakat Sinjai terhadap pembangunan daerah.
Keberadaan masyarakat Sinjai di Kalimantan Timur telah menjadi bagian dari dinamika kehidupan masyarakat di daerah tersebut. Mereka tersebar di sejumlah kabupaten dan kota, dengan berbagai latar belakang profesi dan aktivitas.
Karena itu, keberadaan HIMAS menjadi salah satu wadah yang diharapkan mampu menjaga hubungan kekeluargaan tersebut. Melalui organisasi, masyarakat Sinjai dapat saling berkomunikasi dan berkoordinasi dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
Acara pelantikan yang dikemas bersamaan dengan silaturahmi tersebut menjadi bukti kuat bahwa semangat kebersamaan masyarakat Sinjai masih terjaga meskipun berada jauh dari kampung halaman.
Pertemuan dalam jumlah besar tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kepengurusan baru DPW HIMAS Kaltim kepada masyarakat Sinjai yang berada di wilayah Kalimantan Timur.
Dengan masa kepengurusan selama lima tahun, Ahmad Rustam bersama jajaran pengurus memiliki tanggung jawab untuk menjaga soliditas organisasi serta menjembatani berbagai kepentingan masyarakat Sinjai di Kaltim.
Acara pelantikan tersebut turut mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan dan Pemerintah Kota Samarinda hadir dalam kegiatan tersebut, diantaranya Gubernur Kaltim, Walikota Samarinda, Ketua DPRD Kaltim, serta Ustad Das'ad Latief.
Selain pejabat pemerintahan, sejumlah anggota DPRD Kota maupun DPRD Provinsi Kalimantan Timur juga terlihat menghadiri kegiatan.
Kehadiran para pejabat dan wakil rakyat tersebut menunjukkan adanya hubungan yang baik antara masyarakat Sinjai di Kalimantan Timur dengan berbagai unsur pemerintahan dan lembaga legislatif.
Silaturahmi semacam ini dinilai penting untuk membangun komunikasi antara organisasi masyarakat dengan pemerintah, terutama dalam rangka mendukung berbagai program pembangunan dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Masyarakat perantauan juga memiliki peran dalam membangun daerah tempat mereka tinggal. Karena itu, organisasi seperti HIMAS diharapkan dapat menjadi mitra pemerintah dalam menjaga kebersamaan serta menciptakan suasana sosial yang harmonis.
Tidak hanya diisi dengan prosesi pelantikan dan silaturahmi, kegiatan tersebut juga berlangsung meriah dengan berbagai hiburan yang telah disiapkan panitia.
Para undangan disuguhi sejumlah hiburan yang membuat suasana semakin semarak. Warga yang sejak awal mengikuti acara dengan penuh antusias tampak menikmati seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.
Kemeriahan semakin bertambah dengan adanya pengundian doorprize bagi para undangan yang hadir.
Pengundian hadiah tersebut menjadi salah satu bagian acara yang menarik perhatian peserta. Nama-nama undangan yang beruntung dipanggil untuk menerima hadiah yang telah disediakan panitia.
Rangkaian hiburan dan doorprize membuat kegiatan pelantikan tidak berlangsung secara formal semata. Acara justru dikemas sebagai sebuah pertemuan besar keluarga masyarakat Sinjai di Kalimantan Timur.
Hal tersebut terlihat dari suasana para peserta yang saling berbaur tanpa membedakan latar belakang maupun profesi. Semangat kebersamaan dan persaudaraan menjadi nuansa utama dalam kegiatan tersebut.
Penggunaan pakaian adat Bugis dalam kegiatan tersebut juga memiliki makna tersendiri. Di tengah kehidupan masyarakat yang semakin beragam, masyarakat Sinjai yang berada di perantauan tetap berupaya menjaga identitas budaya dan tradisi daerah asal.
Bagi masyarakat perantauan, menjaga budaya bukan berarti menutup diri dari lingkungan. Sebaliknya, budaya dapat menjadi bagian dari kekayaan sosial yang memperkuat persatuan dan kebersamaan.
Melalui berbagai kegiatan organisasi, masyarakat Sinjai di Kalimantan Timur dapat terus mengenalkan nilai-nilai budaya dan tradisi kepada generasi muda.
Terlebih, generasi muda masyarakat Sinjai yang lahir dan tumbuh di Kalimantan Timur tentu memiliki lingkungan sosial yang berbeda dengan daerah asal orang tua mereka.
Karena itu, kegiatan yang mempertemukan masyarakat lintas generasi seperti pelantikan dan silaturahmi HIMAS dinilai menjadi ruang penting untuk menjaga hubungan keluarga, memperkenalkan budaya serta menanamkan nilai-nilai kebersamaan.
Dengan terpilihnya H. Ahmad Rustam sebagai Ketua DPW HIMAS Kaltim periode 2026-2031, masyarakat Sinjai di Kalimantan Timur kini memiliki kepengurusan baru yang diharapkan dapat membawa organisasi semakin berkembang.
Tantangan organisasi ke depan tentu tidak ringan. HIMAS dituntut mampu merangkul masyarakat Sinjai yang tersebar di berbagai wilayah Kaltim, sekaligus membangun komunikasi dengan pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan lainnya serta berbagai elemen masyarakat.
Soliditas internal menjadi salah satu hal penting yang harus dijaga. Organisasi juga diharapkan mampu menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Mulai dari kegiatan sosial, budaya, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, hingga kegiatan kemasyarakatan lainnya dapat menjadi bagian dari program organisasi selama masa kepengurusan lima tahun mendatang.
Dengan jumlah masyarakat Sinjai yang cukup besar dan tersebar di berbagai daerah, HIMAS memiliki potensi besar untuk menjadi organisasi yang tidak hanya aktif dalam kegiatan internal, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Kalimantan Timur.
Acara pelantikan di BSCC Dome Balikpapan tersebut akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda pergantian atau pengukuhan kepengurusan. Kegiatan itu menjadi simbol kebersamaan masyarakat Sinjai di tanah rantau.
Di bawah kepemimpinan H. Ahmad Rustam, DPW HIMAS Kaltim periode 2026-2031 diharapkan dapat terus menjaga semangat persaudaraan, memperkuat silaturahmi dan menjadi wadah yang mampu menyatukan masyarakat Sinjai di seluruh wilayah Kalimantan Timur. (mn)
Tulis Komentar