Keterangan Gambar : Direktur Teknik PTMB, Mohamad Kohiruddin
bidiktimes.com, BALIKPAPAN – PT Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) terus melakukan langkah antisipasi menghadapi penurunan debit air baku di Waduk Manggar, Kilometer 12, akibat kemarau panjang yang melanda Balikpapan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena Waduk Manggar merupakan salah satu sumber utama air baku untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Kota Balikpapan. Penurunan muka air waduk secara langsung berdampak terhadap kemampuan PTMB dalam memproduksi dan mendistribusikan air kepada pelanggan.

Direktur Teknik PTMB, Mohamad Kohiruddin, S.T., mengatakan
kondisi air baku yang semakin terbatas membuat pihaknya harus melakukan
penyesuaian terhadap volume produksi dan distribusi air bersih.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan konsekuensi dari
kondisi alam dan bukan bentuk pengurangan pelayanan yang dilakukan secara
sengaja.
“Ketika air baku berkurang, otomatis produksi dan distribusi
juga harus disesuaikan. Ini karena faktor alam,” jelas Kohiruddin.
Untuk menjaga keberlangsungan pelayanan, PTMB terus
melakukan pemantauan terhadap kondisi Waduk Manggar sekaligus berkoordinasi
dengan Balai Wilayah Sungai (BWS).
Koordinasi tersebut dilakukan untuk menentukan batas aman
pengambilan air baku dari waduk. PTMB perlu memastikan air yang tersisa dapat
dikelola secara terukur sehingga cadangan tetap tersedia selama musim kemarau
masih berlangsung.
Berdasarkan koordinasi PTMB dengan Badan Meteorologi,
Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi El Nino diperkirakan masih
berlangsung hingga November 2026.
Situasi tersebut membuat pengelolaan air baku menjadi
semakin penting. PTMB harus menyesuaikan pengambilan air dengan kondisi waduk
agar pelayanan kepada pelanggan tetap dapat berjalan di tengah keterbatasan
sumber air.
Kondisi Waduk Manggar tersebut turut dipantau Komisi II DPRD
Kota Balikpapan melalui inspeksi mendadak (sidak) pada Selasa (6/10/2026)
sekitar pukul 11.35 WITA.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Komisi II DPRD Balikpapan
Fauzie Adi Firmansyah berharap hujan segera turun sehingga debit air baku dapat
kembali meningkat.
“Kita berharap hujan segera turun, sehingga debit air baku
kembali bertambah dan pelayanan kepada masyarakat bisa kembali normal,” kata
Fauzie.
Selain menjaga ketersediaan air baku, PTMB juga terus
melakukan pembenahan terhadap jaringan distribusi air bersih. Langkah ini
dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mengatasi berbagai
persoalan yang muncul di jaringan perpipaan.
Keluhan masyarakat terkait air yang terkadang berwarna
kuning, keruh maupun berbau juga menjadi perhatian. Berdasarkan penjelasan
PTMB, air yang keluar dari instalasi pengolahan telah melalui proses pengolahan
dan berada dalam kondisi jernih.
Perubahan kualitas air di sejumlah titik pelanggan dapat
terjadi akibat kondisi jaringan perpipaan, termasuk kebocoran maupun jaringan
pipa bawah tanah yang membutuhkan perbaikan.
Karena itu, PTMB secara bertahap melakukan revitalisasi dan
perbaikan jaringan perpipaan. Pekerjaan tersebut dilakukan untuk memperbaiki
sistem distribusi sekaligus meningkatkan kualitas air yang diterima pelanggan.
Di tengah kondisi kemarau panjang, PTMB kini menghadapi dua
tantangan sekaligus, yakni menjaga ketersediaan air baku dan memastikan
jaringan distribusi tetap berfungsi optimal.
Pengelolaan cadangan Waduk Manggar secara terukur,
koordinasi dengan BWS, penyesuaian produksi, serta perbaikan jaringan menjadi
bagian dari upaya PTMB mempertahankan pelayanan air bersih bagi masyarakat
Balikpapan.
Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi kering hingga November, efisiensi pengelolaan air baku menjadi semakin penting agar cadangan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal hingga kondisi sumber air kembali pulih. (rud/**)
Tulis Komentar