Keterangan Gambar : Kepala Disperkim Kota Balikpapan, Rafiuddin, ST, MT, turun langsung bersama peserta untuk membersihkan sampah. Turut terlibat Camat Balikpapan Barat H. Erwin Dahri, SE, Lurah Baru Ulu Abas, S.Pd., Ketua Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Baru Ulu Sukma, para ketua RT, serta unsur masyarakat lainnya.
BIDIKTIMES.COM, BALIKPAPAN, – Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Balikpapan kembali menggelar Kerja Bakti Massal (KBM) Kawasan Pesisir 2026 dengan mengusung tema “Pesisir Merdeka dari Sampah”, Minggu (18/10/2026) pagi.

Kegiatan yang dipusatkan di RT 14, RT 15, dan RT 52, Kelurahan Baru Ulu, Kecamatan Balikpapan Barat, tersebut melibatkan ratusan orang dari unsur pemerintah, masyarakat, serta berbagai pihak terkait. Mereka bergotong royong membersihkan tumpukan sampah yang mencemari kawasan permukiman pesisir.
Kepala Disperkim Kota Balikpapan, Rafiuddin, ST, MT, turun langsung bersama peserta untuk membersihkan sampah. Turut terlibat Camat Balikpapan Barat H. Erwin Dahri, SE, Lurah Baru Ulu Abas, S.Pd., Ketua Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Baru Ulu Sukma, para ketua RT, serta unsur masyarakat lainnya.

Kerja bakti massal ini merupakan pelaksanaan kedua setelah sebelumnya digelar di RT 17, Kelurahan Baru Ulu, pada 9 Agustus 2026. Perluasan kegiatan ke tiga wilayah RT tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, khususnya kawasan pesisir yang rentan terhadap pencemaran sampah.
Rafiuddin mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Kota Kita yang diinisiasi bersama LKM Amanah Sejahtera. Program ini bertujuan membangun kesadaran kolektif masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan ikut berperan aktif dalam pengelolaan sampah secara berkelanjutan.
Menurutnya, kawasan pesisir membutuhkan perhatian bersama karena sampah yang menumpuk tidak hanya mengganggu kenyamanan permukiman, tetapi juga berpotensi mencemari laut dan merusak lingkungan.
“Pelaksanaan kerja bakti massal sebelumnya telah dilakukan di RT 17 Kelurahan Baru Ulu pada 9 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi contoh sekaligus penyemangat bagi kawasan lainnya untuk turut menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.
Ia menegaskan, gerakan gotong royong ini tidak sekadar membersihkan sampah yang terlihat, tetapi juga memperkuat budaya kebersamaan dan mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan tempat tinggal mereka.
Rafiuddin menjelaskan, sebagian tumpukan sampah yang ditemukan di kawasan pesisir Balikpapan diduga berasal dari luar wilayah dan terbawa arus laut hingga masuk ke kawasan pantai.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kebersihan pesisir. Karena itu, menurutnya, kegiatan pembersihan perlu dibarengi langkah pencegahan agar sampah yang telah diangkat tidak kembali menumpuk.
“Setelah sampah dibersihkan, nantinya akan dipasang jaring untuk menahan sampah dari luar agar tidak masuk ke kawasan pesisir,” jelasnya.
Pemasangan jaring tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi masuknya sampah kiriman ke kawasan permukiman pesisir. Namun, upaya tersebut juga perlu didukung pengelolaan sampah yang baik serta kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.
Rafiuddin mengimbau warga yang tinggal di sekitar pesisir agar bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dan tidak menjadikan laut sebagai tempat pembuangan sampah.
Menurutnya, menciptakan kawasan pesisir yang bersih tidak cukup hanya mengandalkan kegiatan kerja bakti yang dilaksanakan pada waktu tertentu. Diperlukan perubahan perilaku masyarakat secara konsisten, mulai dari mengelola sampah rumah tangga hingga menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
“Kesadaran masyarakat sangat penting. Lingkungan yang bersih harus dijaga bersama, bukan hanya ketika ada kegiatan kerja bakti,” menjadi pesan yang ditekankan dalam gerakan tersebut.
Dalam pelaksanaan kegiatan ini, Disperkim turut mendapat dukungan dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Perhubungan (Dishub), dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Dukungan juga datang dari pihak kecamatan, kelurahan, LKM, para ketua RT, serta masyarakat yang terlibat langsung dalam kegiatan gotong royong tersebut.
Rafiuddin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi, termasuk para pendukung pendanaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Ia menjelaskan, pelaksanaan kegiatan tersebut tidak menggunakan dana Pemerintah Kota Balikpapan, melainkan memperoleh dukungan CSR dari sejumlah pihak.
“Ini bukan dana Pemkot, melainkan dukungan CSR dari beberapa pihak. Harapan kita bersama, cita-cita mewujudkan Pesisir Merdeka dari Sampah dapat tercapai,” pungkasnya. (us/04)
Tulis Komentar