Keterangan Gambar : Direktur Teknik PTMB, Mohammad Kohirudin
bidiktimes.com, BALIKPAPAN – PT Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) menegaskan pengambilan air baku dari Waduk Manggar tidak dapat dilakukan secara bebas sesuai kebutuhan perusahaan. Pengaturan volume dan debit air yang dapat diambil berada di bawah kewenangan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV.
Direktur Teknik PTMB, Mohammad Kohirudin, menjelaskan bahwa PTMB hanya mengambil air baku sesuai dengan debit yang telah ditetapkan dan diatur oleh BWS Kalimantan IV selaku pengelola waduk.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi penting untuk dipahami masyarakat, terutama di tengah menurunnya debit air baku akibat kemarau panjang.
“Waduk ini yang mengelola BWS Kalimantan IV. PTMB tidak
mempunyai kewenangan untuk mengambil air sesuai keinginan kami. Semuanya sudah
diatur oleh BWS Kalimantan IV. Kami hanya mengambil air sesuai dengan debit
yang diberikan,” jelas Kohirudin.
Ia mengatakan, kondisi sumber air baku di Waduk Manggar saat
ini memang mengalami penurunan. Namun, PTMB tidak dapat serta-merta
meningkatkan volume pengambilan untuk memenuhi kebutuhan produksi apabila debit
yang diperbolehkan tidak mengalami perubahan.
Pengaturan tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan air
di waduk, terlebih kondisi kemarau masih berlangsung dan sumber air baku terus
mengalami penyusutan.
“Kondisi sumber air baku kita memang turun. Untuk
pengambilan jumlah debit air, BWS yang mengatur semuanya. Kami hanya mengambil
air sesuai yang diatur BWS,” tegasnya.
Kohirudin menambahkan, PTMB juga terus melakukan koordinasi
dengan pihak terkait untuk memantau perkembangan kondisi cuaca dan ketersediaan
air baku.
Berdasarkan koordinasi dengan Badan Meteorologi,
Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi kemarau akibat fenomena El Nino
diperkirakan masih berlangsung hingga November 2026.
Namun, turunnya hujan nantinya belum serta-merta membuat
kondisi Waduk Manggar kembali normal. Menurut Kohirudin, pemulihan debit air
membutuhkan proses karena peningkatan volume air di waduk juga berlangsung
secara bertahap.
“Untuk El Nino, kami sudah berkoordinasi dengan BMKG.
Kemungkinan sampai November 2026 baru akan turun hujan. Itu pun tidak langsung
normal, karena kenaikan debit air juga bertahap,” ujarnya.
Dengan kondisi tersebut, PTMB harus menyesuaikan kemampuan
produksi air bersih dengan ketersediaan air baku yang dapat diambil dari Waduk
Manggar.
Artinya, apabila debit air baku yang diperbolehkan BWS
mengalami penyesuaian, kapasitas produksi PTMB juga harus mengikuti kondisi
tersebut.
Situasi ini menjadi tantangan bagi PTMB dalam menjaga
kesinambungan pelayanan air bersih kepada masyarakat Balikpapan. Di satu sisi
kebutuhan pelanggan tetap berjalan, namun di sisi lain ketersediaan air baku
sangat bergantung pada kondisi waduk dan kebijakan pengambilan yang ditetapkan
BWS Kalimantan IV.
Karena itu, PTMB terus melakukan koordinasi dan pemantauan
agar pengelolaan air baku tetap berjalan sesuai ketentuan sekaligus menjaga
keberlangsungan pelayanan kepada pelanggan selama periode kemarau.
Kohirudin juga mengingatkan bahwa ketika hujan mulai turun
nantinya, masyarakat tidak bisa langsung mengharapkan debit air baku kembali ke
kondisi normal. Pemulihan membutuhkan waktu hingga volume air di Waduk Manggar
kembali meningkat.
Kondisi tersebut membuat pengelolaan air baku secara terukur
menjadi penting, terutama selama masa transisi dari musim kemarau menuju
kondisi yang lebih basah.
PTMB pun memastikan akan terus mengikuti pengaturan debit
yang ditetapkan BWS Kalimantan IV sembari memantau perkembangan cuaca dan
kondisi sumber air baku di Waduk Manggar. (rud/**)
Tulis Komentar