Mahasiswa ITK dan Bapernas Hitung Volume Kendaraan Selama 8 Jam di Margasari

$rows[judul] Keterangan Gambar : Koordinator tim di lokasi, Haekal,

bidiktimes.com, Balikpapan, – Sejumlah mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan (ITK) bersama Tim Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPERNAS) melaksanakan survei Traffic Counting atau penghitungan volume lalu lintas di depan Masjid Nurul Hidayah, Kelurahan Margasari, Kecamatan Balikpapan Barat, Selasa (22/9/2026).


Kegiatan tersebut dilakukan untuk memperoleh data riil mengenai volume kendaraan yang melintas di salah satu ruas jalan di kawasan Margasari. Pengamatan dilaksanakan secara manual dengan metode observasi langsung selama delapan jam, mulai pagi hingga sore hari.

Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa bersama tim melakukan pencatatan terhadap kendaraan yang melintas berdasarkan jenisnya, mulai dari kendaraan roda dua hingga roda empat. Setiap kendaraan yang melewati titik pengamatan dicatat sesuai format yang telah ditentukan.

Data yang terkumpul nantinya dapat memberikan gambaran mengenai karakteristik arus lalu lintas di kawasan tersebut, termasuk volume kendaraan setiap jam, waktu terjadinya kepadatan atau jam puncak, serta jenis kendaraan yang paling dominan melintas.

Koordinator  tim di lokasi, Haekal, menjelaskan kegiatan Traffic Counting dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi lalu lintas secara langsung di lapangan.

“Kegiatan ini dilakukan untuk mencatat volume kendaraan secara riil di lapangan. Hasilnya akan digunakan sebagai bahan evaluasi jalur transportasi,” ujar Haekal, ditemui media

Haekal menambahkan, data hasil penghitungan lalu lintas memiliki sejumlah kegunaan, terutama dalam mendukung evaluasi kondisi jalur transportasi dan perencanaan keselamatan masyarakat.

Salah satunya adalah untuk mengetahui kapasitas dan kondisi suatu ruas jalan. Data volume kendaraan dapat menjadi bahan evaluasi terhadap kelayakan jalur, tingkat kepadatan, hingga identifikasi titik-titik yang berpotensi mengalami kemacetan.

Selain itu, hasil survei juga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu data pendukung dalam perencanaan jalur evakuasi. Informasi mengenai volume dan karakteristik lalu lintas diperlukan untuk melihat jalur yang dapat digunakan secara efektif ketika terjadi kondisi darurat atau bencana.

Data tersebut juga diharapkan dapat menjadi bahan rekomendasi bagi instansi terkait, khususnya dalam pengelolaan dan pengaturan lalu lintas serta perencanaan transportasi di wilayah Balikpapan Barat.

Penghitungan dilakukan secara berkala setiap jam selama delapan jam pengamatan. Dengan metode tersebut, tim dapat membandingkan perubahan volume kendaraan dari pagi hingga sore untuk mengetahui pola arus lalu lintas pada lokasi survei.

Kegiatan yang berlangsung di depan Masjid Nurul Hidayah tersebut berjalan dengan lancar. Aktivitas pengamatan juga mendapat perhatian dari sejumlah pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.

Melalui kegiatan ini, data lalu lintas yang diperoleh diharapkan dapat memberikan gambaran kondisi aktual di lapangan sehingga dapat mendukung upaya menciptakan jalur transportasi yang lebih aman, tertib dan lancar.

Selain mendukung evaluasi lalu lintas, kegiatan survei tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat, terutama dalam menentukan jalur yang dapat digunakan masyarakat secara aman dan efektif apabila sewaktu-waktu diperlukan proses evakuasi. (Us/04) 

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)