Keterangan Gambar : Siswa kelas V dan VI SD Negeri 001 Balikpapan Utara, latihan teknik pionering. Kegiatan tersebut berlangsung di lingkungan sekolah yang berada di Jalan Indrakila, Kecamatan Balikpapan Utara, Rabu (23/9/2026).
bidiktimes.com, Balikpapan, – Siswa SD Negeri 001 Kecamatan Balikpapan Utara terus didorong untuk aktif mengembangkan potensi diri melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Tidak hanya bidang seni dan olahraga, kegiatan kepramukaan juga menjadi salah satu wadah bagi siswa untuk mengasah keterampilan, kreativitas, kedisiplinan, serta kemampuan bekerja sama.

Salah satu kegiatan yang dilakukan siswa kelas V dan VI SD Negeri 001 Balikpapan Utara yakni latihan teknik pionering. Kegiatan tersebut berlangsung di lingkungan sekolah yang berada di Jalan Indrakila, Kecamatan Balikpapan Utara, Rabu (23/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, para siswa terlihat antusias mempraktikkan teknik dasar kepramukaan dengan memanfaatkan tongkat dan tali. Mereka secara bersama-sama merangkai dan mengikat tali pada tongkat hingga membentuk sebuah konstruksi atau model bangunan sederhana.
Teknik pionering merupakan salah satu keterampilan dalam kegiatan kepramukaan yang mengajarkan peserta didik bagaimana memanfaatkan tongkat dan tali untuk membuat berbagai bentuk konstruksi. Kegiatan ini membutuhkan ketelitian, ketepatan dalam membuat simpul dan ikatan, serta kerja sama antarsiswa.
Pantauan di lokasi menunjukkan para siswa tidak hanya mengikuti arahan pembina, tetapi juga terlibat langsung dalam setiap tahapan pembuatan konstruksi. Mereka tampak berusaha memastikan setiap ikatan tali terpasang dengan baik agar rangkaian tongkat dapat berdiri kokoh sesuai bentuk yang telah direncanakan.
Pendidik SD Negeri 001 Balikpapan Utara, Arman, mengatakan pembelajaran teknik pionering penting diberikan kepada siswa sebagai bagian dari keterampilan kepramukaan.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar mengajarkan siswa membuat sebuah bentuk dari tongkat dan tali, tetapi juga memberikan pengalaman praktis yang dapat berguna dalam situasi tertentu.
"Ini penting untuk diajarkan kepada anak-anak. Mereka belajar bagaimana merangkai dan membuat suatu bentuk bangunan dengan menggunakan tongkat dan tali," ujar Arman.
Ia menjelaskan, dalam kegiatan kepramukaan, teknik pionering merupakan salah satu keterampilan yang cukup sering digunakan. Karena itu, siswa perlu diperkenalkan dengan teknik tersebut sejak dini agar memiliki pemahaman sekaligus pengalaman dalam penerapannya.
Selain keterampilan teknis, kegiatan pionering juga mendorong siswa untuk bekerja secara berkelompok. Setiap siswa memiliki peran dalam proses pembuatan konstruksi, mulai dari menyiapkan tongkat, memegang rangka, membuat simpul, hingga memastikan kekuatan ikatan.
Proses tersebut secara tidak langsung melatih siswa untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dengan teman satu kelompok. Mereka juga belajar bahwa sebuah pekerjaan dapat diselesaikan dengan lebih baik melalui kerja sama dan pembagian tugas.
Kegiatan kepramukaan di lingkungan sekolah juga menjadi bagian dari upaya memberikan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada teori di dalam kelas. Melalui kegiatan praktik seperti pionering, siswa memperoleh pengalaman langsung yang dapat menumbuhkan kreativitas dan rasa percaya diri.
Bagi siswa kelas V dan VI, kegiatan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk mengembangkan keterampilan yang berkaitan dengan kepramukaan. Mereka dituntut untuk lebih teliti dalam membuat simpul dan ikatan karena kekuatan konstruksi sangat bergantung pada cara pemasangan tali dan posisi tongkat.
Arman berharap kegiatan kepramukaan, termasuk latihan pionering, dapat terus dilakukan secara berkelanjutan di sekolah. Dengan demikian, siswa tidak hanya mengenal teori kepramukaan, tetapi juga mampu mempraktikkan berbagai keterampilan yang menjadi bagian dari kegiatan tersebut.
"Kegiatan seperti ini menjadi pembelajaran bagi anak-anak. Dalam kepramukaan, teknik ini memang selalu digunakan dalam berbagai kegiatan," katanya.(mn)
Tulis Komentar